Cara Menghadapi Tsunami Ketika Berlayar

Cara Menghadapi Tsunami Ketika Berlayar – Peristiwa tsunami yang terjadi di Negara kita bukanlah sebuah berita baru lagi yang terdengar di telinga kita. Bencana ini merupakan salah satu bencana yang menimbulkan banyak sekali dampak bagi orang-orang sekitar pesisir, seperti para nelayan atau orang yang memang hanya tinggal di pesisir pantai. Sebenarnya banyak sekali tanda ataupun cara untuk menghadapi bencana ini, nah pada kesempatan kali ini. Admin akan berbagi informasi mengenai cara menghadapi tsunami ketika berlayar, jadi para sobat yang keseharianya berlayar tidak perlu khawatir ya, jika tiba-tiba terjadi tsunami saat berlayar. Berikut ini beberapa cara yang bisa sobat lakukan, yuk kita simak!

Apa Itu Tsunami?

Tsunami itu berasal dari bahasa Japan yang memiliki arti “Tsu” artinya Pelabuhan dan “Nami” yang memiliki arti gelombang. Tsunami merupakan bencana yang terjadi akibat dari adanya aktivitas gempa di bawah laut, longsor bawah laut, jatuhnya material-material besar menuju laut serta jatuhnya meteor.

Penyebab Terjadinya Tsunami

Banyak sekali faktor-faktor yang bisa menjadi penyebab terjadinya tsunami, diantaranya adalah :

  1. Terjadinya tanah longsor di bawah tubuh air laut
  2. Letusan gunung api di bawah laut dan gunung api di sebuah pulau
  3. Gempa bumi yang diikuti pula dengan diskolasi

Diskolasi merupakan perpindahan masa tanah atau batuan yang sangat besar di bawah air laut atau danau. Perlu sobat ketahui, terdapat beberapa gempa yang bisa menjadi pembangkit tsunami. Ciri-cirinya adalah sebagai berikut :

  • Gempa bumi terjadi di dasar laut
  • Gempa bumi dangkal dengan kedalaman kirang dari 30 km
  • Gempa bumi dengan kekuatan Magnitudo >7.5
  • Gempa bumi akibat mekanisme sumber sesar naik atau sesar turun

Karakteristik Tsunami

Tsunami itu memiliki karakteristik tersendiri, tentunya berbeda dengan karakteristik ombak pada biasanya. Karena pengertian dari keduanya juga sudah berbeda, jika ombak merupakan gelombang air yang berasal dari tiupan angin yang kencang. Sedangkan tsunami merupakan gelombang yang terbentuk akibat adanya kegiatan geologi bumi.

Tsunami bergerak keluar dari daerah titik pusatnya dalam bentuk serangkain gelombang. Selain itu jika berbicara kecepatan tsunami, itu bergantung pada kedalaman perairan yang akibatnya gelombang tersebut mengalami percepatan atau perlambatan sesuai dengan bertambah serta berkurangnya kedalaman dasar laut. Berdasarkan proses inilah arah pergerakan gelombang berubah serta energi dari gelombang menjadi terfokus atau menyebar.

Tsunami mempunyai beberapa periode atau waktu untuk siklus satu gelombang yang berkisar sekitar beberapa menit hingga beberapa jam. Pada tepi pantai, terjadinya tsunami bisa berbedaa-beda tergantung pada ukuran serta periode gelombangnya, batimetri atau kedalaman lautnya apakah dekat pantai, serta bentuk garis dari pantai, dan keadaan pasang surut ataupun faktor lain.

Terdapat beberapa kasus tsunami, diantaranya yaitu tsunami yang hanya menghasilkan banjir serta tidaak berbahaya pada wilayah pantai yang rendah lalu menuju ke daratan seperti air pasang yang cepat. Sementara kasus yang lain adalah tsunami masuk ke daratan menyerupai sebuah dinding air yang vertikal dan membawa puing-puing yang bisa menghancurkan. Pada kasus ini air laut akan surut secara tidak lazim (bisa mencapai 1km atau bahkan lebih).

Cara Menghadapi Tsunami Ketika Berlayar

Mengetahui cara menghadapi atau penyelamatan ketika terjadi tsunami merupakan hal yang penting untuk di mengerti, karena menyelamatkan diri dari tsunami saat berlayar dengan ketika berada berada di darat. Berikut ini adalah beberapa cara menghadapi tsunami ketika berlayar. Diantaranya adalah :

  1. Lapor pada Radio Pelabuhan

Biasanya Pelabuhan memiliki radio yang berfungsi untuk memantau kapal-kapal yang berada di sekitar Pelabuhan. Dengan ini, maka segeralah lapor kondisi serta posisi sobat pada petugas Pelabuhan. Sembari menunggu intruksi dari petugas Pelabuhan untuk kembali di waktu yang tepat

  1. Jangan kembali ke dermaga

Jangan kembali ke dermaga jika terdapat peringatan tsunami, karena gelombang tsunami sulit terlihat ketika di laut terbuka. Oleh kerena itu, kembali ke dermaga merupakan suatu hal yang berbahaya karena akan banyak sisa bangunan yang hancur, tunggulah perintah dari radio laut untuk kembali sampai kondisi aman kembali ke daratan

  1. Pergi dari garis pantai

Apabila posisi kapal sobat berada di tengah laut, maka segeralah huntuk menjauh dari garis pantai untuk meminimalisir terjadinya gelombang. Jadi sobat harus menunggu sampai dengan kondisi aman untuk bisa kembali ke daratan.

  1. Janagan ke tengah laut

Jangan ketengah laut apabila posisi di Darat, karena berada diatas kapal akan relative lebih aman dibandingkan dengan di darat. Dengan catatan syarat kapal sobat berada pada jarak lebih dari 100 m dari garis pantai. Walaupun begitu, apabila sobat sedang berada di darat jangan pernah befikiran untuk pergi ke tengah laut. Justru akan berbahaya.

Baca juga : https://jadwalkapal.net/cara-menghadapi-badai-di-laut/

Akhir Kata

Nah jadi itulah Bagaimana cara menghadapi tsunami ketika berlayar, semoga bisa menambah wawasan baru sobat semua yaa!