Cara Menghadapi Badai di Laut

Cara Menghadapi Badai di Laut – peristiwa terjadinya badai di berbagai kanal berita merupakan salah satu hal yang menakutkan memang, banyak orang yang hilang dan menjadi korban akibat hebatnya badai di laut tersebut. Oleh karena itu, untuk mengantisipasi hal tersebut terjadi, kali ini admin akan membahas bagaimana cara menghadapi badai di Laut jika pahit-pahitnya kita dalam posisi itu. Yuk Simak bersama!

Badai

Sebelum kita membahas lebih jauh tentang badai, ada baiknya kita cari tahu terlebih dahulu apa pengertian dari badai itu sendiri yuk. Jadi Badai merupakan fenomena meteorologi akibat adanya gangguan udara yang terjadi di atmosfer. Badai ini biasanya menyebabkan cuaca buruk, yang bisa ditandai dengan angin kencang, Guntur, kilat, serta hujan lebat. Jadi badai ini akan terjadi ketika pusat daerah tekanan minimum berkembang dan dikelilingi oleh udara yang bertekanan maksimum. Kombinasi dua kekuatan yang saling bertentangan ini bisa menimbulkan angin dan awan badai.

Faktor yang Mempengaruhi Terjadinya Badai

  1. Suhu Air Laut Tinggi

Suhu pada air laut hingga kedalaman 50 meter lebih dari 26,5 derajat celcius, sedaangkan perairan yang hangat menjadi sumber energi dari badai. Dan jika badai bergerak ke daratan atau ke perairan yang dingin, kekuatan badai akan melemah secara drastis.

  1. Kelembaban Udara yang Tinggi Pada Atmosfer

Suhu atmosfer yang menurun menyebabkan kelembaban udara yang tinggi pada atmosfer. Dan kelembaban tersebut berpengaruh pada proses terjadinya badai

  1. Suhu Atmosfer Menurun Drastis

Seiring dengan meningkatnya ketinggian, maka suhu atmosfer akan turun secara drastis. Penurunan suhu tersebut tidak memungkinkan terjadinya perpindahan kelembaban udara secara konveksi. Yang pasti aktivitas badai petir mendorong uap air agar melepaskan kandungan panasnya.

  1. Kelembaban Udara yang Tinggi Pada Atmosfer

Suhu atmosfer yang menurun menyebabkan udara yang tinggi pada atmosfer, dan kelembaban tersebut berpengaruh pada proses terjadinya badai.

  1. Jarak Minimum 500 KM dari Khatulistiwa

Proses terjadinya badai adalah berlangsung pada daerah sekitaran garis lintang nol derajat atau garis khatulistiwa, namun tidak terlampau dekat. Proses terjadinya badai akan berlangsung yaitu di jarak 500 kilometer dari garis khatulistiwa

  1. Angin yang Bergerak Naik Vertikal Secara Perlahan

Angin yang bergerak naik secara vertikal dan dengan kecepatan kurang dari 10 meter per detik akan mempengaruhi proses terjadinya badai.

Bagaimana Badai Laut Tercipta?

Menurut Curt Storlazzi ahli geologi kelautan, kekacauan yang terjadi bermula berada di atas pperrmukaan laut. Angin badai yang menghantam air laut sehingga mennciptakan gelombang-gelombang, dan ketika gelombang-gelombang lautan semakin tinggi maka terbentuklah area gelombang yang semakin luas dan berlawanan dengan kekuatan angin yang dimana pada akhirnya membuat gelombang-gelombang di lautan menjadi semakin besar.

Selanjutnya air dibawah gelombang-gelombang bergerak secara melingkar dan membentuk lingkaran-lingkaran kecil di bawahnya. Sebagai ilustrasi yang mudah, sobat bisaa membayangkan ketika sobat memainkan beberapa hula hoop secara bersamaan. Anggap saja sobat memainkan banyak hula hoop sehingga hula hoop yang paling bawah merupakan hula hoop dengan ukuran yang snagat kecil, begitulah gambaran mudahnya.

Jadi benda benda yang telah berada di bawah air bisa terbawa serta terlempar oleh kekuatan badai. Karena pasti di dalam laut banyak sekali benda-benda di dalamnya seperti bangkai kapal, pipa-pipa gas, dan minyak dan masih banyak lagi. Selain itu tidak hanya benda yang berada di bawah laut saja, kapal yang berada di atas permukaan laut juga bisa rusak serta terbawa gelombang.

Cara Menghadapi Badai di Laut

Setelah sobat mengetahui bagaimana badai badai bisa terjadi, maka selanjutnya untuk mengantisipasi hal-hal yang bisa terjadi, berikut adalah beberapa cara menghadapi badai di laut :

  • Jika badai petir mendekat dan sobat sedang berada di perahu yang lokasinya dekat dengan pantai, maka yang harus sobat lakukan adalah turun dari ait sesegera mungkin. Atau jalankan perahu sobat ke pesisir pantai terdekat, jangan menunggu sampai terlambat untuk kembali.
  • Namun jika posisi sobat tidka bisa untukkembali ke pantai karena jarak yang cukup jauh, sehingga memungkinkan sobat tidak bisa menghindari badai. Maka yang harus sobat lakukan adalah pastikan agar semua orang berada di tengah perahu dan saling berpegangan. Hal ini bertujuan agar semua oran selamat, tidak ada yang terlempar ke laut dan menghilang karena ombak.
  • Jika kapal sobat jenis kapal terbuka, maka tetaplah menjaga posisi tubuh serendahnya. Jagag tangan dan kaki untuk tetap berada di bagian kapal/perahu.
  • Jika sobat merupakan seorang pelaut,, maka disarankan untuk menurunkan antena saat badai mendekat, dan memutuskan sambungan listrik ke antenna serta perangkat elektonik lainya. Agar petir tidak merusak kapal dan peralatan lain.
  • Jika kapal sobat jeis kapal dengan kabin tertutup maka arahkan semua orang untuk ke dalam serta hindari peralatan logam yang dekat
  • simpan senter dan baterai dekat dengan sobat agar ketika listrik padam sudah sigap.

Baca juga : https://jadwalkapal.net/kapal-selam-indonesia/

Akhir Kata

Nah itu dia beberapa cara menghadapi badai di laut,  semoga dapat menambah wawasan dan pengetahuan sobat seputar dunia Kapal ya. semoga bermanfaat 😊